Diposkan pada grafik fungsi trigonometri, materi matematika SMA

grafik fungsi trigonometri

1. Grafik fungsi sinus

Fungsi sinus dasar adalah fungsi y = sin x.

Nilai maksimum fungsi adalah 1,
Nilai minimum fungsi adalah –1.
Perioda fungsi adalah 360o, artinya fungsi akan berulang setiap kelipatan 360o.

2. Grarik fungsi cosinus

Fungsi kosinus dasar adalah fungsi y = cos x.

Nilai maksimum fungsi adalah 1,
Nilai minimum fungsi adalah –1.
Perioda fungsi adalah 360o, artinya fungsi akan berulang setiap kelipatan 360o.

3. Grafik fungsi tan

Fungsi tangens dasar adalah fungsi y = tan x.

Nilai maksimum fungsi adalah ∞
Nilai minimum fungsi adalah -∞
Periodanya adalah 180o, artinya fungsi akan berulang setiap kelipatan 180o.

Diposkan pada materi matematika SMA, persamaan kuadrat

persamaan kuadrat

Defenisi persamaan kuadrat

Persamaan kuadrat adalah suatu persamaan dari variabel yang mempunyai pangkat tertinggi dua. Persamaan kuadrat dalam x secara umum dapat ditulis dalam bentuk  dengan a, b, c  (bilangan nyata) dan a ≠ 0, sehingga bentuk  dengan a ≠ 0 disebut bentuk umum dan bentuk baku persamaan kuadrat.

Bentuk Umum Persamaan Kuadrat

            Bentuk umum atau bentuk baku persamaan kuadrat dalam x adalah  dengan a ≠ 0 dan a, b, c  (bilangan nyata).

Cara Penyelesaian Persamaan Kuadrat

        Untuk menyelesaikan persamaan kuadrat terdapat 3 metode yaitu:

1. Memfaktorkan Persamaan

Metode ini mudah digunakan jika akar-akarnya merupakan bilangan rasional. Berikut ini tabel model persamaan kuadrat (PK) dan berbagai cara pemfaktorannya:

               Saat menggunakan metode ini, pertama harus mengetahui terlebih dahulu model persamaan kuadrat yang akan diselesaikan. Jika model persamaan kuadrat sudah diketahui, maka pemfaktoran bisa dilakukan dalam bentuk sesuai dengan yang ada di kolom tabel di atas. Untuk mendapatkan nilai p, q, m dan n maka harus memahami cara memfaktorkan suatu bilangan.

2. Melengkapkan Kuadrat Sempurna

            Metode melengkapkan kuadrat sempurna akan mudah digunakan jika koefisien a dibuat agar bernilai 1. Persamaan Kuadrat dalam bentuk diubah bentuk menjadi persamaan:

(x+p)2 = x2 + 2px + p2

Ubah menjadi bentuk persamaan dalam (x+p)2 = q

Penyelesaian:

(x+p)2 = q

x+p = ± q

x = -p ± q

Dengan p dan q adalah konstanta serta x adalah variabel.

3. Rumus ABC

            Metode rumus abc ini bisa digunakan jika pemfaktoran dan melengkapkan kuadrat sempurna tidak bisa dilakukan. Nilai dari akar-akar persamaan kuadrat  didapatkan dari rumus abc berikut:

Diposkan pada materi matematika smp, rumus luas dan keliling bangun datar

RUMUS LUAS DAN KELILING BANGUN DATAR

Rumus luas dan keliling bangun datar

1. Persegi

Persegi merupakan sebuah bangun datar yang memiliki 4 sisi yang panjang tiap sisinya sama panjang, selain itu bangun datar persegi memiliki 4 sudut siku-siku yang sama besar yaitu 90 derajat.

Rumus Luas Persegi = sisi x sisi

Rumus Keliling Persegi = 4 x sisi

2. Persegi panjang

Persegi Panjang  merupakan sebuah bangun datar yang memiliki 2 sisi lebar yang besarnya sama dan 2 sisi panjang yang besarnya sama. Keempat sudut nya sama besar yang mempunyai besar sudut masing-masing 90 derajat

Rumus Luas Persegi Panjang = P x l

Rumus Keliling Persegi Panjang = 2 x (P+l)

3. Segitiga

Segitiga merupakan salah satu bangun datar yang mempunyai 3 sisi. bangun datar ini ada 3 macam, diantaranya segitiga sama sisi, segitiga siku – siku, dan segitiga sembarang.

Luas segitiga =  ½ x a x t

Keliling segitiga=  Sisi a + Sisi b + Sisi c

4. Jajargenjang

Jajar genjang merupakan bangun datar yang memiliki 2 pasang sisi yang saling sejajar, tetapi sisi- sisi yang berhimpit tidak membentuk sudut siku-siku.

Luas = alas x tinggi

         = a x t

Keliling =  (2 x alas) + (2 x sisi miring)

              =  2 (alas + sisi miring)

5.Layang-layang

Layang layang  merupakan bangun datar yang memiliki sepasang sisi yang sama panjang. Bangun datar ini juga mempunyai 2 diagonal yang saling berpotongan.

Luas  =  ½ x d1 x d2

Keliling = 2 .( x+ y)

6. Belah ketupat

Belah Ketupat merupakan salah satu bangun datar yang memiliki 4 sisi. ke-empat sisi bangun datar ini sama panjang, tetapi ke-empat sudutnya tidak siku-siku. Sehingga bangun datar ini memiliki 2 diagonal (d) yang kedua diagonalnya tidak sama panjang.

Luas belah ketupat=  ½ x d1 x d2

Keliling belah ketupat=  Sisi + Sisi +Sisi + Sisi

=  4 x Sisi

7. Trapesium

Trapesium merupakan bangun datar yang memiliki 4 sisi, ada dua sisi yang sejajar.

Luas trapesium =  ½ x Jumlah sisi sejajar x tinggi

Keliling trapesium = jumlah semua panjang sisi-sisinya

8. Lingkaran

Lingkaran merupakan bangun datar yang bentuknya bulat dan tidak bersudut.

Luas lingkaran=phi. jari-jari. jari-jari

=phi.r²

Keliling lingkaran= 2.phi.jari-jari

=2.phi.r

Atau

=phi.diameter

=phi.d

Diposkan pada bilangan bulat, materi matematika smp

BILANGAN BULAT MATERI KELAS 7 SMP

1. Pengertian bilangan bulat

            Bilangan bulat terdiri dari bilangan-bilangan berikut:

            1. Bilangan bulat negatif yaitu -1,-2,-3 dan seterusnya

            2. Bilangan nol

            3. Bilangan bulat positif yaitu 1,2,3 dan seterusnya

2. Letak bilangan bulat pada garis bilangan

3. Urutan bilangan bulat

            Kamu dapat mengurutkan bilangan bulat, misalnya

a.-8 < -4, karena -8 tereletak disebelah kiri -4 pada garis bilangan

b. 2 >-1,karena 2 terletak di sebelah kanan -1 dan garis bilangan

4. Operasi bilangan bulat

a. Operasi penjumlahan

            Misalnya a dan b bilangan bulat maka:

1. a + (-b) = a – b

2. –a + (-b) = -(a + b)

Contoh:

1. 8+ (-5) = 8 – 5 = 3

2. -10 + (-20) = -(10+20) = -30

b. Operasi bilangan bulat pengurangan

            Misalnya a dan b bilangan bulat, maka:

1. a – b = a + (-b)

2. a – (-b) = a + b

3. –a – (-b) = -a + b

4. –a – b = -a + (-b) = -(a + b)

Contoh:

1. 5 – 9 = -4

2. 8 –(-10) =18

3. -10 –(-15) = -10 + 15 = 5

4. -5 – 10 = -15

c. Operasi bilangan bulat perkalian

            Misalnya a dan b bilangan bulat, maka:

1. –a  * -b =ab

2. –a * b = -ab

3.a * -b = -ab

4. a*(b – c) = ab –ac

5.a*(b + c)= ab + ac

Contoh :

1. -2 * 3=  -6

2. -3 *-3 = 9

3. 4* (8-5) = 4*8 – 4*5 = 32-20 =12

d. Operasi bilangan bulat pembagian

            Misalnya a dan b bilangan bulat, maka:

1. –a  : b= -a/b

2. –a : -b = a/b

Contoh:

1. -40 : 10 = -4

2. -2 : -2 = 1

Latihan

silahkan buka link dibawah ini

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScZ1LM9osVsNUzw75bVNano7U97AxjDrC2L3v1Lps-oSSJ4Aw/viewform?usp=sf_link


Daftar pustaka

Diposkan pada luas segitiga turbo pascal, pemograman

CARA MENCARI LUAS SEGITIGA DENGAN MENGGUNAKAN TURBO PASCAL

1. Pastikan anda mempunyai aplikasi turbo pascal seperti gambar dibawah ini

2. Kita buat program nya terserah mau nama apa,disini saya membuat program menghitungluassegitiga, antara menghitung,luas dan segitiga tidak boleh dijarak apabila dijarak harus menggunakan ini _ seperti menghitung_luas_segitiga.

3. Setelah itu, silahkan ketik ‘uses crt, var (lambang yang akan digunakan sebagai untuk alas, tinggi dan luas)’ pada var saya menggunakan lambang a (sebagai alas segitiga), t (sebagai lambang tinggi) dan l (sebagai luas segitiga). Nah untuk a itu saya tetapkan integer(angka bulat) dan untuk t dan saya tetapkan real(angka tidak bulat/angka berkoma), dan setiap akhir dari yang kita tulis harus diakhiri titik koma (;).

4. Setelah itu enter selanjutnya kita akan memulai membuat yang akan dikeluarkan(output). Dengan mengetik begin, ketika kita memulai dengan begin, ketika akhir program kita harus mengetik end. Kemudian setelah ketik begin kita mengetik clrscr agar halaman output nanti hanya terbaca hal yang akan kita input atau yang kita tulis write pada halaman ini. Seperti gambar dibawah ini.

5. Selanjutnya kita ketik write, write tersebut akan mncul pada saat output dan sesuai kan dengan lambang pada var tadi, write pertama yaitu alas segitiga dan pada readln saya masukkan lambang untuk alas segitiga, yang sudah saya jelaskan pada point ke 3 tadi. Seperti gambar dibawah ini

6. Kemudian lakukan sama halnya untuk tinggi segitiga seperti gambar dibawah ini.

7. Selanjutnya luasnya, caranya silahkan anda ketik seperti gambar dibawah ini, maksud dari l:2:2 itu adalah l yaitu lambang luas yang kita tetapkan pada var, 2 yaitu dua angka dibelakang koma, 2 terakhir yaitu jarak nya. Kemudian readln dan terakhir end.

8. Setelah itu anda klik run seperti gambar dibawah ini atau bisa juga menekan Ctrl+f9 pada keyboard anda.

9. Setelah itu akan muncul tampil an ouputnya silahkan input alas dan tinggi sesuai yang anda inginkan.

10. Setelah itu akan muncul luas segitiganya

Diposkan pada Education, masalah pendidikan

10 PERMASALAHAN PENDIDIKAN DIINDONESIA

1. Masalah Pemerataan Pendidikan

Menurut Tirtahardja dan Sulo (2010:227) masalah pemerataan pendidikan adalah  persoalan bagaimana sistem pendidikan dapat menyediakan kesempatan yang seluas-luasnya kepada seluruh warga negara untuk memperoleh pendidikan, sehingga pendidikan itu menjadi wahana bagi pembangun sumber daya manusia untuk menunjang pembangunan. Masalah pemerataan pendidikan timbul apabila masih banyak warga negara khususnya anak usia sekolah yang tidak dapat ditampung didalam sistem atau lembaga pendidikan karena kurangnya fasilitas pendidikan yang tersedia.

Menurut Tirtahardja dan Sulo (2010:229) masalah pemerataan memperoleh pendidikan dipandang penting sebab jika anak-anak usia sekolah memperoleh kesempatan belajar pada SD, maka mereka memiliki bekal dasar berupa kemampuan membaca, menulis, dan berhitung sehingga mereka dapat mengikuti perkembangan kemajuan melalui berbagai media massa dan sumber belajar yang tersedia baik mereka itu nantinya berperan sebagai produsen maupun konsumen.

Menurut Tirtahardja dan Sulo (2010:231) pemecah masalah pemerataan pendidikan yaitu:

1. Membangun gedung sekolah seperti SD Inpres atau ruangan belajar.

2. Menggunakan gedung sekolah untuk double shift.

3. Sistem pamong (pendidikan oleh masyarakat, orang tua atau guru).

4. SD kecil untuk daerah terpencil.

5. Sistem guru kunjung.

            2. Masalah Mutu Pendidikan

                        Menurut Tirtahardja dan Sulo (2010:232) mutu pendidikan dipermasalahkan jika hasil pendidikan belum mencapai taraf seperti yang diharapkan. Padahal hasil belajar yang bermutu hanya mungkin dicapai melalui proses belajar yang bermutu. Jika proses belajar tidak optimal sangat sulit diharapkan terjadinya hasil belajar yang bermutu. Jika terjadi belajar yang tidak optimal menghasilkan skor ujian yang baik maka hampir dapat dipastikan bahwa hasil belajar tersebut adalah semu. Ini berarti bahwa pokok permasalahan mutu pendidikan lebih terleak pada masalah pemrosesan pendidikan.

                        Menurut Tirtahardja dan Sulo (2010:233) pemecahan masalah mutu pendidikan yaitu:

  1. Seleksi yang lebih rasional terhadap masukan mentah.
  2. Pengembangan kemampuan tenaga kependidikan melalui studi lanjut.
  3. Penyempurnaan kurikulum.
  4. Peningkatan administrai manejemen.
  5. Penyempurnaan sarana belajar.

            3. Masalah Pengangkatan Guru

                             Menurut Tirtahardja dan Sulo (2010:235) masalah pengangkatan guru terletak pada kesenjangan antara stok tenaga yang tersedia dengan jatah pengangkatan yang sangat terbatas. Pada masa 5 tahun terakhir ini jatah pengangkatan setiap tahunnya hanya sekitar 20% dari kebutuhan tenaga dilapangan. Sedangkan persediaan tenaga yang siap diangkat (untuk sebagian besar jenis bidang studi, sebab ada bidang studi tertentu yang belum tersedia tenaganya) lebih besar dari pada kebutuhan di lapangan. Dengan demikian berarti lebih dari 80% tenaga yang tidak segera difungsikan.

                 4. Masalah Penempatan Guru

                              Menurut Tirtahardja dan Sulo (2010:235) masalah penempatan guru, khususnya guru bidang penempatan studi, sering menglami kepincangan, tidak disesuaikan dengan kebutuhan  di lapangan. Suatu sekolah menerima guru baru dalam bidang studi yang sudah cukup atau bahkan sudah kelebihan, sedangkan guru bidang studi yang dibutuhkan tidak diberikan karena terbatasnya jatah pengangkatan sehingga pada sekolah-sekolah tertentu seorang guru bidang studi harus merangkap mengajarkan bidang studi diluar kewenangannya. Sehinggan menyebabkan ketidakefisienan dalam memfungsikan tenaga guru.

                 5. Masalah Pengembangan Tenaga Kependidikan

                        Menurut Tirtahardja dan Sulo (2010:235) masalah pengembangan tenaga kependidikan di lapangan biasanya terlambat, khususnya pada saat menyongsong hadirnya kurikulum baru. Setiap pembaruan kurikulum menuntut adanya penyesuaian dari para pelaksana di lapangan. Dapat dikatakan umumnya penanganan pengembangan tenaga pelaksana di lapangan (yang berupa penyuluhan, latihan, lokakarya, penyebaran buku panduan) sangat lambat. Padahal proses pembekalan untuk dapat siap melaksanakan kurikulum baru memakan waktu. akibatnya terjadi kesenjangan antara saat dirancangkan berlakunya kurikulum dengan saat mulai dilaksanakan. Dalam masa transisi yang relatif lama ini proses pendidikan berlangsung kurang efisien dan efektif.

                 6. Masalah Efisiensi dalam Prasaran dan Sarana

                        Menurut Tirtahardja dan Sulo (2010:236) penggunaan prasarana dan sarana pendidikan yang tidak efisien bisa terjadi sanatra lain sebagai akibat kurang matangnya perencanaan dan sering juga karena perubahan kurikum. Banyak gedung SD inpres (yang mulai dilancarkan pembangunannya pada akhir Pelita II) karena beberapa sebab dibangun pada lokasi yang tidak tepat. Akibatnya banyak SD yang kekurangan murid atau yang ruang belajarnya kosong. Gejala lain yaitu diadakannya dan didistribusikannya sarana pemebelajaran tanpa dibarengi dengan pembekalan kemampuan, sikap dan keterampilan calon pemakai.

                 7. Masalah Relevansi Pendidikan

                        Menurut Tirtahardja dan Sulo (2010:237) masalah relevansi pendidikan mencangkup sejauh mana sistem pendidikan dapat menghasilkan luaran yang sesuai dengan kebutuhan pembanngunan. Luaran pendidikan diharapkan dapat mengisi semua sektor pembangunan yang beraneka ragam seperti sektor produksi, sektor jasa, dan lain-lain. Namum di Indonesia terdapat jenis-jenis tenaga kerja guru yang dibutuhkan di lapangan kurang di produksi atau bahkan tidak di produksi.

                 8. Perkembangan Iptek bagi Guru

                        Menurut Tirtahardja dan Sulo (2010:241) zaman sekarang sudah maju, dimana hampir seluruh manusia harus mengikuti perkembangan zaman tersebut terutama pada bidang pendidikan, guru harus bisa menggunakan teknologi untuk proses pembelajaran agar siswa dapat mengetahui bahwa teknologi juga dapat digunakan untuk pembelajaran, namun pada saat ini masih juga ada guru yang belum bisa menggunakan teknologi sehingga pendidikan menjadi tidak maju.

                 9. Perkembangan Seni

                        Menurut Tirtahardja dan Sulo (2010:243) pengembangan kualitas seni secara terprogram menuntut tersedianya sarana pendidikan tersediri disamping program-program yang lain dalam sistem pendidikan. Di sinilah timbulnya masalah pendidikan kesenian yang mempunyai fungsi begitu penting tetapi di sekolah-sekolah saat ini menduduki kelas dua. Pendidikan kesenian baru terlayani setelah program studi yang lain terpenuhi pelayanannya. Itulah sebabnya mengapa kesenian tidak termasuk Ebtanas, di samping itu juga sulit menyediakan tenaga pendidiknya.

                 10. Pertambahan Penduduk

                        Menurut Tirtahardja dan Sulo (2010:244) dengan bertambahnya jumlah penduduk, maka penyediaan prasarana dan sarana pendidikan beserta komponen penunjang terselenggaranya pendidikan harus ditambah. Pertambahan penduduk yang dibarengi dengan meningkatnya usia rata-rata dan penurunan angka kematian, mengakibatkan berubahnya struktur kependudukan.

Diposkan pada penerapan, pyhtagoras

PENERAPAN TEOREMA PHYTAGORAS

  1. Seorang anak menaikkan layang-layang dengan benang yang panjangnya 250 meter. Jarak anak di tanah dengan titik yang tepat berada di bawah layang-layang adalah 150 meter. Hitunglah ketinggian layang-layang tersebut.

Jawab :

Di mana AB merupakan jarak anak di tanah dengan titik yang tepat berada di bawah layang-layang dan AC merupakan panjang benang.Tinggi layang-layang BC

BC = √(AC² – AB²)

BC = √(250²– 150²)

BC = √(62500–22500 )

BC = √40000

BC = 200 m

Jadi, ketinggian layang-layang tersebut adalah 200 m

2. Dua buah tiang berdampingan berjarak 24 m. Jika tinggi tiang masing-masing adalah 24 m dan 14 m, hitunglah panjang kawat penghubung antara ujung tiang tersebut.

Jawab :

Di mana AB merupakan tinggi tiang pertama, CE merupakan tinggi tiang kedua dan AE merupakan panjang kawat penghubung antara ujung tiang pertama dengan tiang kedua,AD jarak dua buah tiang berdampingan, maka panjang kawat AE dapat dicari dengan teorema Phythagoras. Akan tetapi harus dicari terlebih dahulu panjang DE yakni:

DE = CE – AB

DE = 24 m – 14 m

DE = 10 m

Dengan menggunakan teorema Pythagoras, maka panjang AE yakni:

AE = √(AD² + DE²)

AE = √(24² + 10²)

AE = √(576 + 100)

AE = √676

AE = 26 m

Jadi, panjang kawat penghubung antara ujung tiang pertama dengan tiang kedua adalah 26 m.

3. Sebuah tiang bendera akan di isi kawat penyangga agar tidak roboh. Jika jarak kaki tiang dengan kaki kawat penyangga adalah 8 m, jarak kaki tiang dengan ujung kawat penyangga pertama 6 m dan jarak kawat penyangga pertama dengan kawat penyangga kedua adalah 9 m. Hitunglah panjang total kawat yang diperlukan dan hitunglah biaya yang diperlukan jika harga kawat Rp 25.000 per meter!

Jawab:

Di mana AB merupakan tinggi ujung kawat penyangga pertama dengan ujung kawat penyangga kedua, BD merupakan tinggi ujung kawat penyangga pertama dengan tanah, CD merupakan jarak kaki tiang dengan kaki kawat penyangga, BD merupakan panjang kawat penyangga pertama dan AD merupakan panjang kawat penyangga kedua,BC merupakan jarak kaki tiang dengan ujung kawat penyannga pertama,AC merupakan jumlah jarak kaki tiang dengan ujung kawat penyangga pertama dan jarak kawat penyangga pertama dengan kawat penyangga kedua.  maka panjang kawat penyangga total dapat dicari dengan teorema Pythagoras. Akan tetapi harus dicari terlebih dahulu panjang BD dan AD yakni:

BD = √(BC² + CD²)

BD = √(6² + 8²)

BD = √(36 + 64)

BD = √100

BD = 10 m

Jadi, panjang kawat penyangga pertama adalah 10 m.

AD = √(AC² + CD²)

AD = √(15² + 8²)

AD = √(225 + 64)

AD = √289

AD = 17 m

Jadi, panjang kawat penyangga kedua adalah 17 m.

Panjang kawat penyangga total yakni:

Panjang kawat = BD + AD

Panjang kawat = 10 m + 17 m

Panjang kawat = 27 m

Jadi, panjang total kawat yang diperlukan adalah 27 m

Biaya yang dibutuhkan yakni:

Biaya = Panjang kawat x harga kawat

Biaya = 27 m x Rp 25.000/m

Biaya = Rp 675.000

Jadi, biaya yang diperlukan untuk membuat kawat penyangga tersebut adalah Rp 675.000,00

Diposkan pada pyhtagoras, TEORI DAN RAHASIA BILANGAN

TEORI DAN RAHASIA BILANGAN

Filsafat Pythagoras bertumpu pada anggapan bahwa bilangan adalah sebab utama sifat benda. Ia juga banyak meletakkan dasar teori dan rahasia bilangan, yaitu sebagai berikut :

  1. Bilangan Bersahabat (Amicable Number)

Menurut Pythagoras dua bilangan dikatakan bersahabat jika jumlah bagi sebenarnya dari bilangan itu sama dengan bilangan yang menjadi sahabatnya. Sebagai contoh : 220 dan 284 adalah bilangan bersahabat sebab pembagi dari 220 adalah 1,2,4,5,10,11,20,22,44,55, 110 berjumlah 284. Sedangkan pembagi sebenarnya dari 284 adalah 1,2,4,71,142 berjumlah 220.

Dua bilangan bersahabat bersifat mistik dan takhayul bagi orang yunani. Jika pasangan bilangan tersebut dipakai sebagai azimat oleh dua orang bersahabat maka konon persahabatan mereka akan langgeng. Pada tahun 1747 Leonard Euler menemukan 30 pasangan bilangan bersahabat ditambah lagi hingga menjadi 60 pasang. Pada tahun 1886 seorang pemuda berusia 16 tahun Nicolo Paganini menemukan pasangan yang relative sangat kecil yakni 1184 dan 1210. Sekarang sudah lebih dari 400 pasang bilangan bersahabat. 

  • Bilangan sempurna (Perfect Number)

Suatu bilangan disebut sempurna jika bilangan itu sama dengan jumlah pembaginya. Kepercayaan mereka juga terkait dengan bilangan sempurna tersebut. Rupanya bangsa yunani percaya bahwa tuhan pencipta alam semesta dalam enam hari dengan sempurna juga. Maka menurut Pythagoras bilangan yang bersifat seperti enam tersebut disebut sempurna. Konon hingga tahun 1952 diketahui baru 12 bilangan sempurna diantaranya 2, 28, dan 496. Ternyata semua bilangan sempurna yang diketahui adalah bilangan genap.

Jasa Pythagoras ini sangat besar dalam pengembangan ilmu, terutama ilmu pasti dan ilmu alam. Ilmu yang dikembangkan kemudian hari hinnga hari ini sangat tergantung pada pendekatan matematika. Galileo menjelaskan bahwa alam ditulis dalam bahasa matematika. Sehingga, matematika merupakan sarana ilmiah yang terpenting dan akurat karena dengan pendekatan matematikalah ilmu dapat diukur dengan benar dan akurat. Disamping itu, matematika dapat menyederhanakan uraian yang panjang dalam bentuk symbol, sehinnga lebih cepat dipahami.

Oleh karena itu, dalam mahzab pythagoreanisme selalu memberikan symbol dengan bilangan kepada suatu keadaan yang terjadi, misalkan dalam mitos mereka dianggap bahwa bilangan 10 yang berbentuk geometris segitiga dinamakan tetraktys karena mempunyai empat baris yang dianggap sebagai suatu bilangan yang suci. Bilangan ini merupakan penggabungan empat hal yang mewujudkan suatu keseluruhan dari akal dan keadilan dari laki-laki serta wanita maupun penciptaan kosmos dengan empat unsur pokok yaitu api, air, udara, dan tanah. (Menurut Didi Haryono, 2014 : 16).

Diposkan pada cara membuat persamaan garis lurus lanjutan, geogebra

Cara Membuat Persamaan Garis Lurus Lanjutan Pada Aplikasi Geogebra Classic 6

assalamualaikum wr. wb

kali ini saya akan menjelaskan tentang cara membuat persamaan Garis lurus lanjutan dengan menggunakan aplikasi geogebra classic 6

1. Tentukan Jarak (-1, 0) terhadap garis 2x+3y-5=0!

jawab:

1. Buka Aplikasi Geogebra pada laptop anda, pada saat ini saya menggunakan geogebra classic 6

2. Maka akan muncul tampilan seperti gambar dibawah ini

3. Setelah itu isi persamaan 2x+3y-5=0 pada kolom input yang terletak pada kiri atas laptop anda

4. Maka akan terlihat juga garisnya pada grafik

5. Kemudian, silahkan anda klik point untuk membuat titik (-1,0)

6. Lalu setelah anda klik point, silahkan anda letakkan kursor di titik (-1, 0) lalu klik, maka akan tampak nama titik tersebut yaitu titik A

7. Setelah itu klik “perpendicular line” untuk garis selanjutnya yang akan di letakkan pada titik (-1, 0)

8. Setelah anda klik “perpendicular line” silahkan anda letakkan garisnya/arahkan kursor anda pada titik (-1, 0) atau titik A

9. Lalu selanjutnya silahkan anda klik “intersect” untuk titik yang berada pada perpotongan garis f dan g

10. Setelah anda klik intersect, selanjutnya silahkan anda klik di perpotongan garis f dan g maka akan muncul titik B

11. Selanjutnya kita akan mencari jarak dari titik (-1, 0) kegaris 2x+3y-5=0, yaitu dengan meng klik “segment”

12. Setelah anda klik segment, lalu anda letakkan kursor pada titik A dan klik titik A hingga titik B

13. Setelah anda tarik dari titik A hinggan titik B maka akan anda dapatkan jarak nya yaitu 1,94

Diposkan pada cara menyelesaikan fungsi eksponen, geogebra

Cara Menyelesaikan Fungsi Eksponen Menggunakan Aplikasi Geogebra

Assalamualaikum wr. wb, saya akan membahas tentang bagaimana cara menyelesaikan fungsi eksponen dengan negnggunakan geogebra.

1. Buka Geogebra Classic 6 pada laptop atau PC anda

2. Kemudian silahkan tulis 2^x pada input

3. Setelah anda tulis 2^x pada inut maka akan muncul grafik nya, seperti gambar dibawah ini

4. Selanjutnya kita akan membuat titiknya, silahkan klik lambangpada laptop atau PC anda yang terletak pada sudut kanan, maka akan muncul tampilan seperti gambar dibawah ini

5. Kemudian klik view maka akan muncul tampilan seperti gambar dibawah ini.

6. Lalu klik spreadsheet maka akan muncul tampilan seperti gambar dibawah ini

7. Silahkan isi pada kolom A untuk uji titik, saya memasukkan nilai 3,2,1,0,-1,-2,-3

8. Kemudian isi kolom B =2^A1 dan dilanjutkan seterusnya

9. Setelah isi semuanya, lalu geser kursor ke kolom A hingga geser ke kolom B dan tarik kebawah.

10. Setelah itu klik kanan pada mouse lalu pilih creat lalu pilih  list of point.

11. Setelah itu akan muncul tampilan seperti gambar dibawah ini